Untuk menghibur para pengungsi dan korban merapi, Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Indramayu (KAPMI) D.I Yogyakarta bekerja sama dengan Pattih Dharma Indramayu mengadakan pentas seni dan musik.
Acara yang digelar pada hari Sabtu, 27 November 2009 tersebut di isi Tari Topeng Kelana Indramayu, Musik Tarlingan, dan musik-musik band. Selain di isi musik-musik dari KAPMI, acara tersebut juga di isi oleh band dari warga desa tersebut.
Di awal acara, dibuka dengan penampilan Tari Topeng Kelana Indramayu yang cukup memukau para penonton. Setelah itu dilanjutkan dengan musik tarling. Musik khas dari daerah pantura tersebut cukup membuat para penonton ingin berjoged bersama. Suasana pun jadi riuh karena sebagian penonton maju kedepan untuk berjoged bersama penyanyi di panggung.
Setelah asyik dengan musik yang melandai-landai, acara dilanjutkan dengan penampilan musik-musik band. Band yang pertama dari KAPMI. Band yang digawangi oleh Yuzdi dkk tersebut melantunkan tiga lagu, Alhamdulillah dari Opik, Do’a dari Ungu, dan Jangan menyerah dari D’masive. Band yang kedua dari anak-anak warga semaken. Membawakan dua lagu yaitu Akhirnya Ku Menemukanmu dari Naff dan Tercipta Untukku dari Ungu.
Rangkaian acara tersebut diakhiri oleh penampilan dari Kanjeng Patih Dharma Band. Band Religi yang dipimpin oleh Jay tersebut tidak hanya membawakan lagu-lagu yang berbau religi, tetapi juga memberi Taushiah kepada Korban dan Pengungsi merapi yang memadati halaman Masjid al-Barakah.
Acara yang bertemakan “Dari Indramayu Untuk Semua” tersebut bertujuan untuk menghibur dan sedikit mengurangi beban para pengungsi pasca erupsi merapi yang diawali tanggal 26 Oktober silam. Hal tersebut yang diungkapkan oleh Munawir, ketua KAPMI sekaligus penaggung jawab acaranya. “acara ini sengaja kami persembahkan untuk para korban merapi,”tuturnya.
Secara terpisah, Magio salah satu pengungsi memaparkan bahwa dirinya cukup senang dengan adanya acara tersebut. Karena selain menghibur tapi bisa sedikit mengurangi kesedihan, maklum Bapak beranak dua tersebut sudah tidak punya tempat tinggal lagi akibat terjangan abu dan awan panas merapi. “Alhamdulillah saya bisa sedikit terhibur dengan acara ini,”ungkapnya setelah acara tersebut selesai.
Lain lagi dengan novi, salah satu remaja korban merapi. Menurutnya selain acara tersebut bisa menghibur tetapi juga bisa melihat budaya dari indramayu seperti tari topeng dan musik tarling Indramayu. “Cukup menghibur, tapi penasaran dengan tari topengnya,” ungkap gadis berkulit sawo matang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar